Total Views

Senin, 13 Oktober 2014

Digitalisasi Dunia Pertelevisian










Pendahuluan


Televisi merupakan salah satu souvenir paling fenomenal dari abad ke-20. Kehadirannya yang ajaib mampu merubah kultur suatu bangsa maupun negara secara progressif bahkan radikal. Hal ini tidak diherankan mengingat sejak awal kehadiran televisi memang ditujukan untuk membantu individu maupun kelompok dalam fungsinya memperoleh hiburan dan informasi (Abrar, 2003:71). Sehingga cenderung kehadiran televisi membuat santai penggunanya.



Dewasa ini setelah lebih dari 50 tahun lebih penyiarannya, ternyata ditemukan sebuah fakta ketidakpuasan bahwa sistem transmisi yang ada saat ini belum bisa memuaskan para pihak-pihak yang terkait. Sistem transimi tersebut adalah sistem analog. Sistem analog adalah sistem yang menggunakan modulasi analog dalam penyebaran siarannya. Hal ini dinilai ketinggalan zaman. Walau, akhir-akhir ini ada peningkatan mutu pemancaran televisi analog dengan pemanfaatan saluran kabel atau satelit yang membuat gambar di layar televisi nampak lebih jernih. Tetapi, dirasakan hasil yang ada tetap belum maksimal. Hal ini dibuktikan pada tahun 1998 saat para pengusaha pemancar televisi menyadari ada kendala yang tidak dapat ditembus untuk terus meningkatkan mutu gambar siaran televisi jika tetap menggunakan standar analog. Mulai saat itulah muncul wacana untuk memindah teknologi analog ke digital secara total.



Hal di atas menjadi dasar pemikiran lahirnya wacana mendigitalkan dunia pertelevisian, yang juga bermakna menggeser era televisi analog ke era televisi digital. Ditambah dengan konteks perjalanan panjang industri televisi di Indonesia sejak tahun 1962 yang sampai saat ini belum terlalu banyak perubahan teknologi yang signifikan. Ibaratnya, segala keterbatasan yang ada menjadikan alasan mendigitalkan dunia pertelevisian menjadi mutlak adanya (Kompas, 12 Agustus 2007).





Membicarakan Televisi


Berbicara mengenai proses mendigitalkan televisi tentu juga tidak lepas dari membicarkan apa itu televisi. Di sini televisi yang sering kita bahas dan nikmati sehari-hari sebenarnya adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari asal kata tele dan vision, yang bermakna jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi, televisi pun dapat berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh (Wikipedia, 2007).



Sedang, secara lebih detail Ensiklopedia Encarta (2007) menyatakan bahwa televisi adalah suatu sistem di mana terjadi pengiriman dan penerimaan sinyal elektronik melalui kabel maupun fiber optik ataupun radiasi elektromagnet. Sinyal yang beroperasi di dalamnya biasanya disiarkan dari suatu tempat yang tersentral (stasiun televisi) dan diterima oleh alat penerima seperti pesawat televisi ataupun stasiun relay yang digunakan oleh perusahaan televisi kabel (Microsoft Encarta, 2007).



Penemuan televisi konon bahkan disejajarkan dengan penemuan roda, internet dan mesin cetak. Karena imbasnya yang sangat luar biasa hingga mampu mengubah peradaban dunia secara drastis. Ditambah pula banyak ahli komunikasi yang meyakini televisi merupakan salah satu media komunikasi yang paling berpengaruh di dunia saat ini.


Selanjutnya, apa sih televisi digital itu? Dapat dikatakan bahwa televisi digital adalah standar baru transmisi gambar dan suara untuk dunia broadcast (penyiaran). Sistem ini hadir untuk menggantikan sistem analog yang telah mandek perkembangannya. Istilah televisi digital bukan didasarkan pada pesawat televisinya yang digital, melainkan lebih kepada sinyal yang ditransmisikan adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Khoirul Anwar dalam Berita Iptek, 11 Januari 2006).



Dalam Suara Merdeka (28 Februari 2005) muncul pertanyaan menarik untuk konsumen, ”Apa yang salah dengan sistem pemancaran analog? Bukankah pesawat televisi semacam itu dapat menerima pemancaran lewat kabel dan satelit, serta bisa menampilkan gambar dari DVD dan camcoders?”. Ternyata permasalahan utama dari pesawat televisi analog bukanlah kemampuannya dalam menyiarkan siaran dari berbagai jalur, melainkan bagaimana kualitas produk siarannya yang terbatas. Jika kita lebih jeli dalam membandingkan dengan sebuah monitor komputer (yang mutunya cukup bagus). Akan terlihat bahwa ternyata monitor komputer memiliki kejernihan gambar hingga lebih dari 10 kali lipat dari televisi analog terbaik. Bahkan, tren kedalaman mutu gambar tujuh mega-pixel kini sudah lazim terjadi pada kamera digital. Mereka yang lazim sehari-harinya menggunakan layar monitor, di saat kembali menonton televisi analog ibarat melihat slide gambar yang buram dan tidak jernih.



Burhan Bungin (2001) menambahkan sebagai media televisi memiliki posisi strategis. Televisi dinilai paling efektif, dengan besarnya penetrasi. Dia memiliki kemampuan audio dan visual yang saling mendukung. TV adalah media yang merakyat dengan kemampuan publikasi yang maksimal sehingga disebut juga saluran budaya massa. Begitu strategisnya posisi televisi maka kembali muncul pertanyaan berikutnya, “Tidakkah perubahan ini benar-benar dibutuhkan?”. Saya akan tegas menjawab, “Ya, sangat dibutuhkan!”. Sangat dibutuhkan agar posisi strategis tersebut dapat dimaksimalkan ke hal-hal yang lebih konstruktif dalam tataran kemajuan bangsa dan negara.



Televisi Digital: Suatu Tawaran Progressif


Dewasa ini perkembangan teknologi digital telah merambah ke segala aspek kehidupan masyarakat, tak terkecuali dalam dunia penyiaran televisi. Digitalisiasi siaran televisi ini diyakini akan memberikan manfaat lebih dibanding sistem siaran analog.


Secara umum beberapa alasan pokok berpindah dari televisi analog ke digital adalah sebagai berikut. Pertama, kualitas gambar yang lebih baik. Kualitas gambar dan warna yang dihasilkan jauh lebih bagus daripada televisi analog. Bahkan konon pori-pori kulit seorang presenter pun menjadi terlihat sangat jelas di depan pesawat televisi karena gambar yang dihasilkan jauh lebih bersih dan jelas (Khoirul Anwar dalam Berita Iptek, 11 Januari 2006).


Kedua, pemirsa dapat memilih sendiri kapan akan menonton, remote tidak lagi untuk memilih saluran tapi juga untuk melihat simpanan program, siaran interaktifistilahnya. (Suara Merdeka, 28 Februari 2005). Budi Putra kolumnis IT di Majalah Tempo menambahkan bahwa kunci untuk membayangkan televisi masa depan adalah memandangnya bukan sebagai televisi. Contohnya, siaran berita jam 6 bukan hanya dikirim ketika Anda menginginkannya, tetapi dapat diedit dan diakses secara acak oleh pemirsanya sendiri. Pendek kata, televisi masa depan adalah semacam komputer yang sangat serbaguna dan bersifat interaktif.


Ketiga, migrasi dari era analog menuju era digital memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak. Tidak ada lagi antrian ataupun penolakan ijin terhadap rencana pendirian televisi nasional maupun lokal karena keterbatasan frekuensi. Televisi digital pun dapat digunakan layaknya browser internet, sehingga sangat integratif fungsinya. Hal ini tentu akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan. (Kompas, 12 Agustus 2007)


Ketiga alasan di atas membawa kita kepada asumsi bahwa televisi digital sebagai produk perkembangan teknologi membawa kita selangkah lebih maju dan mudah. Begitu pula seluruh pihak-pihak di dunia pertelevisian, baik pemirsa, stasiun televisi, maupun produser program mendapat imbas dari terbukanya lapangan kerja baru. Meluasnya lapangan kerja juga berarti memperbaiki perekonomian negeri ini.



Asumsi lain yang berkembang adalah bagaimana masa depan pemirsa televisi lebih menarik. Televisi yang menjadi siaran interaktif akan lebih memudahkan pemirsanya untuk mencari-cari program yang dia sukai. Tidak ada lagi prime-time karena saat itu pemirsa dapat saja mencari program lain yang dia sukai, dan masih banyak kelebihan lain yang memanjakan kebutuhan pemirsa, bukan keinginan.


Dilema yang Dihadapi


Mengganti televisi analog ke digital bukanlah perkara sebalik membalik telapak tangan. Hal ini wajar mengingat betapa banyak aspek yang harus dipersiapkan. Apalagi mengingat hampir seluruh komponen pertelevisian di Indonesia masih menggunakan komponen analog. (ITS Online, 21 November 2007)


Di sisi konsumen sendiri perlu diadakan masa transisi. Masa transisi digunakan untuk secara bertahap mengganti televisi analog ke digital, alasan utama menggunakan masa transisi seperti yang diungkapkan oleh Budi Putra (Tempo Interaktif, 1 September 2002) adalah untuk melindungi puluhan juta pemirsa yang telah memiliki TV analog untuk dapat secara perlahan-lahan beralih ke teknologi TV digital tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini. Karena bagi konsumen, mengubah televisi dari analog ke digital bukanlah hal yang murah. Harga televisi digital di pasaran saat ini berkisar puluhan sampai ratusan juta, harga yang bagi membuat bergidik sebagian besar warga Indonesia. Kalaupun tidak, diberikan solusi untuk menggunakan set top box (STB). Yaitu suatu alat dekoder transmisi digital ke analog agar pesawat televisi analog tetap dapat menangkap siaran digital. STB pun di pasaran hargarnya relatif terjangkau, berkisar 1-3 juta rupiah.



Begitu pula di sisi industri pertelevisian, masa transisi juga digunakan untuk melindungi aset industri dan investasi analog yang telah ada. Sehingga kerugian secara finansial dapat ditekan sedemikian rupa. (Suara Merdeka, 28 Februari 2005)









Realita di Indonesia


Dari laporan grup peneliti Digital Broadcasting Jepang (DiBEG) dan Monbukagakusho, bahwa sekitar bulan Februari 2004 Indonesia telah memulai serangkaian penelitian menuju era televisi digital. Penelitian tersebut digawangi olehTimnas Migrasi Sistem Penyiaran Televisi Analog ke Digital. Dalam penelitian tersebut, timnas telah melibatkan pula Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagaipilot.(Detikinet, 25 April 2007). Hasil kajian dan penelitian tersebut kemudian dirilis ke stasiun-stasiun televisi sebagai bentuk pemberitahuan dan juga peringatan agar mempersiapkan diri terhadap rencana datangnya era teknologi televisi digital.



Lebih lanjut, hasil kajian dan penelitian tentang teknologi televisi digital direspon dengan cekatan oleh pemerintah. Hal ini terbukti dengan keluarnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor tentang Standar Penyiaran Digital Terestrial untuk televisi tidak bergerak di Indonesia. Berdasarkan peraturan ini, sistem penyiaran TV kelak menggunakan standar DVB-T2 yang telah digunakan banyak negara di Eropa, Australia dan Asia. 


Teknologi DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial Second Generation) adalah teknologi termuktahir dari sistem utama DVB – DVB-C2 untuk kabel dan DVB-S2 untuk satelit. Data digital yang digunakan dalam standar DVB merupakan data terkompresi dalam format MPEG-4. Pemilihan format ini didasarkan pada pertimbangan kualitas kompresi dan sudut pandang komersial yang cukup menguntungkan. Disamping itu format MPEG-4 juga telah menjadi standar dalam sistem video digital di dunia seperti dalam format DVD. Menurut Budi Putra (Tempo Interaktif, 2007), DVB adalah teknologi standar terbuka (open standard atau open source) yang pengembangannya secara bisnis sangat terbuka dan bermakna hebat ke depannya. Hal ini mirip dengan yang terjadi pada operating system berbasis Linux yang juga bebas pengembangannya.



Ke depannya, pemerintah harus menjalankan fungsinya sebaik mungkin. Pemerintah harus melindungi produsen televisi digital sebagai regulator perundang-undangan, seperti perlindungan hak cipta untuk melindungi dari pembajakan dan berbagai aturan lain. Sedangkan, stasiun televisi diharapkan dapat cepat dalam mengubah sistem produksi, siaran dan transmisinya ke digital. Contoh yang dapat dijadikan teladan adalah TransTV, karena stasiun ini telah menyiapkan sistem digital sejak berdiri tahun 2000, perkecualian tentu pada sistem transmisinya. Bahkan, kini SCTV melakukan hal yang serupa. (Milis TV-Islam, 31 Mei 2007)




Aspek terakhir pun tidak ketinggalan yaitu konsumen. Konsumen diharapkankooperatif dengan program ini. Paling tidak dengan berusaha menyesuaikan diri dengan teknologi yang akan terjadi di masa depan.


Maka dari itu, semua harus bekerja sama sebaik mungkin karena teknologi digital ini hanya akan optimal jika seluruh proses sudah digital, mulai dari hulu (produksi) hingga ke hilir (pasca produksi, penyiaran dan transmisi). Diharapkan dengan sinergi dari kesemua pihak, diperkirakan tahun 2017 sistem pertelevisian di Indonesia akan berubah total dari analog ke digital.


Saat transformasi itu sempurna diharapkan “televisi interaktif” sebagai konsep yang ditawarkan oleh teknologi televisi digital akan terwujud. Pemirsa akan dapat memilih sendiri program yang dia sukai. Entah itu murni program berita, petualangan, film, atau hanya sinetron belaka, semuanya dapat terwujud. Tidak seperti saat ini yang homogen siarannya, seperti tayangan prime time yang diisi oleh sinetron di hampir seluruh stasiun televisi. Nantinya, pemirsa adalah raja bagi diri mereka sendiri tanpa harus mengikuti jadwal siaran yang ditetapkan oleh televisi.



Kemudian, sistem rating yang ada selama ini dapat pula bergeser ke rating kualitatif yang selama ini diwacanakan. Jika dahulu rating kuantitatif menggunakan sample yang sangat acak dengan parameter yang belum jelas maka dengan adanya televisi digital hampir seluruh pemirsa dapat menyumbang suara dalam penilaian. Setiap pemirsa yang memiliki televisi digital bahkan dapat pula memberikan kritik dan saran terhadap acara yang sedang mereka tonton, hal ini tidak mustahil mengingat perangkat televisi digital merupakan perangkat yang terintegrasi dengan saluran internet.












Simpulan


Bernardus Satriyo (Kompas, 12 Agustus 2007) menyampaikan bahwa bagaimanapun dalam era penyiaran digital telah terjadi konvergensi antarteknologi penyiaran (broadcasting), teknologi komunikasi (telepon), dan teknologi internet (IT). Dalam era penyiaran digital, ketiga teknologi tersebut sudah menyatu dalam satu media transmisi. Dengan demikian akses masyarakat untuk memperoleh ataupun menyampaikan informasi menjadi semakin mudah dan terbuka. Di sinilah televisi digital menjadi solusi yang tepat.



Kemudian, mengingat pula karakter masyarakat Indonesia yang sangat majemuk dan dengan tingkat pendidikan yang sangat beragam, diperlukan tuntunan kepada masyarakat bagaimana memilih program yang benar. Untuk itu, diperlukan stasiun penyiaran yang bertanggung jawab dan juga lembaga pengawas yang berwibawa.



Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang yang lebih banyak bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya. Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio, video dan multimedia, industri sinetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya menjadi potensi baru untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.


Maraknya stasiun televisi dengan dasar perkembangan teknologi di Indonesia ternyata belum diimbangi kualitas tayangan yang memadai. Padahal, seperti kita ketahui bersama televisi adalah salah satu entitas media paling ampuh untukmendoktrin masyarakat tentang agama, nilai sosial, pola hidup, dsb. Akan sangat disayangkan bila pelaku usaha hanya mengejar keuntungan semata tanpa menyadari imbas yang dihadirkan dari produk mereka terhadap masyarakat.


Seperti yang dipaparkan Abrar (2003:72-73) paling tidak ada dua hal yang harus diwaspadai dari perkembangan teknologi pertelevisian, yaitu: kecenderungan sikap konsumerisme yang meningkat sebagai imbas rasa gengsi yang tumbuh pesat di dalam masyarakat dan juga makin rawannya ikatan kebangsaansebagai efek domino dari globalisasi informasi yang juga berperan. Kedua hal ini harus diwaspadai agar tidak menjadi bumerang bagi kemajuan bangsa ini suatu saat nanti.


Terakhir, semoga kemajuan teknologi televisi ini akan diimbangi niat baik pemerintah dan pelaku usaha penyiaran untuk berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Semoga…




Oleh M. Zulfi Ifani


Ilmu Komunikasi UGM, SP/21465

Disadur sepenuhnya dari http://zulfiblog.wordpress.com/2008/02/25/digitalisasi-dunia-pertelevisian/

Digitalisasi penyiaran TV, teknologi DVB-T2 jauh tertinggal dibandingkan teknologi DVB-S2




Digitalisasi sistem penyiaran UHF terestrial sebenarnya jauh tertinggal dengan digitalisasi sistem penyiaran lewat satelit.

Perubahan sistem siaran analog ke sistem penyiaran digital lewat satelit dan parabola (DVB-S dan DVB-S2) sendiri telah selesai dilakukan sejak tahun 2000-an. Namun untuk migrasi dari DVB-S ke DVB-S2 masih dalam proses. Biasanya receiver yang hanya dapat menerima DVB-S dikenal dengan nama receiver MPEG2, sedangkan
receiver yang dapat menerima DVB-S dan DVB-S dikenal dengan nama receiver MPEG4.

Sedangkan DVB-T2 sendiri telah rampung migrasi dari DVB-Tnya. Sehingga receiver DVB-T alias MPEG2 tidak bisa digunakan lagi dan harus beralih ke receiver DVB-T2 alias MPEG4 HD. Namun sayangnya, migrasi dari sistem analog ke DVB-T2 memerlukan waktu yang cukup lama.

Rabu, 01 Oktober 2014

Review Sony LED TV KDL-32R300B - Bravia Support DVB-T2 Berukuran 32 Inch dengan Harga Terjangkau

Teknologi built-in tuner DVB-T2 tampaknya sudah mulai marak di dunia pertelevisian. Beberapa seri TV terbaru sudah mengadopsi kemampuan ini, salah satunya yang menarik perhatian saya ialah Sony LED TV seri KDL-R300B ini.


Dus :D




Dengan harga yang tidak sampai Rp. 3 juta, kita sudah bisa mendapatkan satu unit LED TV berukuran 32 inch keluaran terbaru (model ini keluaran 2014 loh) yang sudah didukung dengan tuner digital DVB-T2.


Terus terang, kemampuan DVB-T2 inilah yang menjadi faktor utama alias faktor X saya dalam membeli si Sony KDL-32R300B ini. Walaupun dengan harga segitu, tentu saja kelemahan si TV terletak di sektor resolusi (masih HD Ready). Namun, kelemahan itu tertutupi dengan performa TV yang terbilang cukup mantap di kelasnya.

Saat memencet tombol "MENU", akan muncul menu utama seperti dibawah ini. Untuk melakukan berbagai pengaturan, langsung saja masuk ke "Settings". Sedangkan jika anda anda ingin memutar film berformat MKV, AVI, dll, silakan masuk ke "Media"


Menu utama Sony Bravia KDL-32R300B


Selain tuner digital, seri R300B terbaru ini juga mendukung tuner analog standar yang saat ini masih digunakan (yang bisa ada semutnya), alias HYBRID TUNER. Sehingga anda tidak perlu khawatir saat channel kesayangan anda belum beralih ke teknologi digital, karena anda tetap bisa menontonnya lewat sistem penyiaran analog.

Nah, karena disini fokus membahas Tuner Digital yang sudah built-in di Sony Bravia KDL-32R300B ini, maka akan saya bahas lebih lanjut mengenai fitur ini.

Untuk melakukan pencarian channel, tinggal masuk ke menu Settings -> Configure Channel/Set Up -> Digital Set-up -> Digital Auto Tuning

Pengaturan tuning




Selain mode Auto, tersedia juga mode pencarian channel secara Manual di TV ini.






Hasil scan otomatis di tempat saya (Kota Bekasi Timur), ada 15 channel yang tertangkap:




Berita Satu Digital DVB-T2 Jabodetabek di Sony KDL-32R300B

Selain menangkap sinyal DVB-T2 FTA alias gratisan, TV ini juga mampu menangkap sinyal DVB-T2 dari pay tv (tv berlangganan) Nexmedia yang juga menggunakan teknologi DVB-T2. Namun tentu saja sebagian besar channelnya tidak bisa dibuka alias diacak (scrambled).

Hanya ada 3 channel Nexmedia yang dapat anda tonton, yakni NEX SCTV, NEX Indosiar, dan NEX O-Channel. SISANYA GELAP alias tidak bisa ditonton.


Bein Sport 1 dan sebagian besar channel premium dari pay tv Nexmedia tidak bisa dibuka, jadinya gelap (scrambled)


Nah kalo saluran NEX SCTV bisa dibuka :D


Fitur EPG (ini EPG channel-channel Nexmedia). Kalo DVB-T2 FTA belum ada yang ngasih EPG :(


Informasi versi software, kualitas sinyal, kekuatan sinyal, dan data teknis lainnya



Senin, 22 September 2014

Memaksimalkan Jangkauan WiFi Speedy

Post ini bermula saat gw pindah kamar dan ternyata si HP sering lost signal WiFi dari router Speedy yang berada di ruang tengah..

Setelah berusaha mencari tau dan sempat menimbang-nimbang untuk membeli sebuah perangkat extender yang harganya mencapai 200 ribuan, akhirnya gw menemukan sebuah titik terang (cie elah :p )




Ternyata router WiFi bawaan Speedy seperti gambar diatas udah punya setting ''Transmit Power" secara default. Supaya jangkauan sinyal WiFi Speedy lebih luas dan kuat, tinggal ganti settingnya ke "Medium" atau "High" sekalian :D


Begini cara setting Transmit Power di Modem Speedy :)


Kalo di gw sih cukup ganti ke "Medium" aja.. Setelah ganti, Alhamdulillah sinyal WiFi di HP kalo dipake di kamar langsung FULL dari yang tadinya cuma 1 sampe lost :p

Selasa, 05 Februari 2013

Mengaktifkan Delivery Report di iOS 6

1. Buka Cydia
2. Add Repo http://iphonedelivery.advinux.com/ios6/
3. Tunggu sampai selesai
4. Lalu buka repo tersebut di Cydia
5. Cari dan instal tweak Delivery Report for iOS 6



Note: kalo yg di repo http://iphonedelivery.advinux.fr/cydia ga support iOS 6

Jumat, 07 Desember 2012

TeknoUp Berambisi Menjadi ‘The First Stop’ Bagi Calon Pembeli Yang Ingin Mencari Info Soal Gadget


Dan nemu 1 lagi =Ocopas aja sekalian kali ya =p


--
Ternyata trend situs-situs yang mengkhususkan diri mereka di dalam menyuguhkan berita teknologi dan review piranti elektronik atau gadget, di Indonesia makin menaik akhir-akhir ini.  Setelah JagatReview, yang juga diulas oleh DailySocial sebelumnya, sekali ini datang satu lagi situs yang kurang-lebih berkutet di area yang sama.
Teknoup.com, nama situs lokal ini, baru didirikan bulan Oktober (2010) lalu.  Asal mulanya mereka menggunakan nama Kassa9.com, namun setelah berjalan sekitar 1 tahun, akhirnya mereka memutuskan untuk berganti nama karena adanya berbagai perbedaan antara Online Store (layanan yang disuguhkan oleh Kassa9) dan konten gadget yang sekarang ada di Teknoup.
Teknoup yang dirintis oleh Ivan WellistyaAndre KordiusCitra Purnawijayadan Geri Fertino ini mempunyai visi untuk memberikan Informasi Teknologi terkini baik dari dalam maupun luar negeri dan memajukan pengetahuan seputar dunia gadget dan teknologi di Indonesia.  “Indonesia adalah pasar besar dan kami ingin fokus memberikan layanan tersebut”, kata Citra ketika diminta wawancara dengan DailySocial.
Sedangkan untuk Editor-nya, Teknoup punya beberapa orang yang sekarang aktif menulis, diantaranya yang senior adalah FebryantoReno Wijayakusuma danHamdan Muhammad.
Apa saja isi dari Teknoup ini?
Ketika ditanya pertanyaan ini, Citra menjelaskan bahwa untuk awalnya Teknouphanya memberikan informasi berita teknologi dan review gadget. Namun untuk kedepannya, mereka mempunyai rencana untuk menambah layanan lain, seperti Forum, Daftar Harga, Gadget Database dll.  Pada akhirnya TeknoUp ingin menjadi tempat acuan untuk membeli gadget baru dengan Review Gadget yang lengkap.
Citra menambahkan lagi bahwa beda TeknoUp dengan situs-situs lain yang serupa adalah, pertama-tama mereka menyajikan tulisan-tulisan dengan bahasa Indonesia dan lokal.  Kemudian selain menyediakan informasi berita teknologi,Teknoup juga menyediakan yang mereka namakan “HIGH DETAILED” review gadget. Di review gadget, Teknoup menguji coba gadget selengkap mungkin. Bahkan, katanya, banyak review-review ini yang panjangnya setara dengan 8 halaman A4, lengkap dengan rekaman video review berbahasa Indonesianya!  Selanjutnya, review ini TIDAK PERNAH mencomot dari situs lain atau sekedar terjemahan luar, semua murni adalah pendapat mereka. Tim Teknoup bekerja di dalam 2 shift (buset udah kayak di pabrik aja :) ), dan ada tim malamnya untuk mengupdate RSS dari berita luar, karena kebanyakan berita-berita dari luar negeri muncul pagi ketika kita di Indonesia masih pada tidur (wah salut juga nih dengan dedikasinya).
Citra melanjutkan bahwa hal lain yang bisa menjadi nilai tambah adalah,  mereka tidak hanya mengulas gadget tingkat menengah keatas, seperti BB, iOS, dan Android, tapi juga tingkat bawah seperti misalnya brand lokal Nexian, Tiphone, ZTE dsb.  Ini menunjukkan bahwa Teknoup mempunyai variasi konten yang ‘full spectrum’ dan disesuaikan untuk semua kalangan pembaca.
Sekali lagi tujannya adalah untuk TeknoUp dapat menjadi salah satu referensi info terlengkap sebelum pelanggan membeli brand gadget tersebut.
Untuk saat ini, kalau anda berkunjung ke halaman depan TeknoUp bagian beritadan review, kelihatannya sebagian besar didominasi oleh ulasan-ulasan seputar dunia Mobile.  Masih sedikit saya lihat berita-berita mengenai teknologi yang lain, bahkan bagian review-nya boleh dibilang eksklusif tentang mobile (saya sudah cek sampai halaman terakhir).  Mungkin nama TeknoUp bisa diganti denganMobileUp :)
Di lain pihak, review-review yang ditulis sangat detil dan mendalam.  Satu review biasanya dibagi menjadi beberapa topik, dan setiap topik biasanya memakan satu halaman tersendiri.  Setiap halaman topik bisa langsung di-akses lewat ‘drop down list’ yang selalu ada di setiap review (sangat praktis kalau menurut saya).  Selain itu di dalam setiap review selalu ada halaman Spesifikasi (penting untuk membandingkan gadget satu dengan yang lain) dan Galeri Foto (visualisasi selalu membantu dalam mencari gadget yang sesuai).  Dan terakhir, seperti yang dibilang Citra diatas, kadang-kadang sebuah review menyelipkan video juga.
Ditanya soal monetisasi dan apa rencana kedepan TeknoUpCitramenjelaskan, bahwa sampai sekarang fokus mereka masih dalam taraf mengembangkan konten, dan pemasukan masih terbatas dari iklan.  Untuk mekanisme pemasukan dari sumber lain mereka masih belum bisa membicarakannya.
Sedangkan untuk rencana kedepan, TeknoUp berkeinginan untuk mencari Rekanan Bisnis dan mengumpulkan lebih banyak lagi Brand, Investor dan Community untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas konten mereka.  TeknoUp juga berencana untuk mengadakan program-program untuk anggota komunitas mereka, tapi ini juga masih belum bisa mereka ungkapkan secara pasti.
Dilihat dari rata-rata banyaknya komentar yang ada di setiap review,  sepertinya apa yang sudah dilakukan TeknoUp sejauh ini sudah tepat.  Tapi untuk situs yang umurnya baru 2 bulan ini, saya angkat jempol.  Memang konten-nya masih terbatas dan masih terlalu fokus ke mobile, tapi perjalanan TeknoUp masih panjang, dan mereka masih punya banyak kesempatan untuk menjadi lebih baik.


sumber: http://dailysocial.net/post/teknoup-berambisi-menjadi-%E2%80%98the-first-stop%E2%80%99-bagi-calon-pembeli-yang-ingin-mencari-info-soal-gadget

TeknoUp, Mendulang Duit dari Mengupas Gadget

Baru nemu sedikit berita tentang tempat kerja..Copas bisa kali yaaaa =p

-------------------



Pada acara Jakarta Ventures Night, yang digelar di Grand Hyatt Hotel 18 Maret lalu dan dihadiri Mahendra Siregar, Wakil Menteri Perdagangan RI, meluncur sebuah pengumuman dari Batara Eto. Mitra Pengelola East Ventures itu mengatakan bahwa pihaknya baru saja mengucurkan dana investasi (baca: akuisisi) kepada start-up lokal bernama TeknoUp (www.teknoup.com).
by a. mohammad bs & herning banirestu
Menurut mantan CTO dan co-founder situs jejaring terbesar di Jepang Mixi itu, alasannya mengakusisi TeknoUp adalah sangat tingginya pertumbuhan gadget di Indonesia.
“TeknoUp merupakan pemain nomor satu di kategori gadget review Indonesia,” ucap Batara dalam jawaban surat elektroniknya. “Kami yakin situs gadget review seperti TeknoUp akan tumbuh seiring pertumbuhan gadget di Indonesia,” kata Batara seraya menjamin tidak akan mengubah konten TeknoUp.
TeknoUp dikembangkan Citra Purnawijaya pada pertengahan 2009, di bawah bendera PT Kassa9 International. Ia bukan pendiri awal. Sebab, situs review yang tadinya bernama Kassa9 ini bangunan awalnya dibuat Ivan Weliesta. Namun, karena merasa tak memiliki waktu dan sumber daya yang cukup untuk mengembangkan Kassa9, Ivan menawarkannya kepada Citra. “Saya membelinya. Namanya saya ganti dengan TeknoUp, karena Kassa9 tidak mencerminkan sesuatu yang berbau gadget,” Citra menjelaskan.
Pria kelahiran Balikpapan, 1 Juli 1980, ini membenarkan bahwa TeknoUp fokus pada konten kupas gadget dan update berita teknologi terbaru. Citra melihat masih ada peluang pasar yang bisa digarap TeknoUp, yakni kecepatan mengupas gadget yang tidak bisa dilakukan media cetak. Lagi pula, sejauh ini website lokal yang mengulas gadget belum ada.
Bagi Citra, pembelian situs Kassa9 ini juga didasari kepentingan supaya bisa memperkuat lini bisnis yang sudah dikembangkannya lebih dulu, yakni Ajita Creative Company. Ajita yang dibentuk tahun 2006 merupakan perusahaan di bidang creative consultant and digital marketing agency. Kliennya antara lain Lintasarta, Samsung, Aha! (Bakrie Telecom), Holcim (www.membangunbersama.com), Pfizer (www.stopmerokok.com), dan pentolan band Padi, Piyu (www.piyulogy.com).
Citra menuturkan, selama ini pihaknya bekerja berbasis pada proyek atau klien. Namun, ia berpikir perlunya berinvestasi yang mungkin dari segi revenue lebih kecil dibanding Ajita, tetapi bisnis itu bisa berkembang hingga 10 tahun ke depan.
Diklaim Citra, dengan adanya TeknoUp, ia memiliki nilai jual lebih di mata calon klien. “Mereka akan menilai bahwa TeknoUp memiliki pasar yang kuat,” katanya. Pasalnya, saat ini TeknoUp sudah punya sekitar 15 ribu member (website maupun media sosial) dengan 1,5 juta pageview per bulan. “Kami bisa menawarkan kampanye yang tidak bisa ditawarkan portal lain. Kami tidak menawarkan mekanisme ad banner, tapi custom campaign dengan memadukan apa yang ada di Ajita serta data yang dimiliki TeknoUp,” kata lulusan Universitas Bina Nusantara ini.
Contohnya, ketika Samsung meluncurkan ponsel Android, TeknoUp membuat kuis yang bisa mendorong minat orang untuk mengenal gadget tersebut lebih jauh. TeknoUp juga mendorongnya dengan menghubungkan kuis tersebut ke media sosial. Selain Samsung, klien TeknoUp lainnya adalah LG dan SonyEricsson.
Arus pendapatan lain situs ini berasal dari data. Menurut Citra, pihaknya menggunakan analytical measurement dari data yang dimiliki, semacam marketing intelligent khusus pada produk gadget. “Kami melakukan survei detail,” ucapnya.
Selain mobile phone, kini TeknoUp juga mulai me-review produk teknologi lainnya, seperti LED, LCD, notebook dan kamera. Diklaim pria yang pada 2004 pernah bekerja di Singapura ini, meski baru berumur setahun, TeknoUp sudah making money. Namun, ia mengaku visinya bukan sekadar mencetak uang, tetapi bagaimana membangun TeknoUp menjadi besar.
Nah, untuk mencapai tujuan itu, pihaknya membutuhkan investasi lebih besar. Lagi pula, ia melihat model bisnis media digital seperti TeknoUp ini gampang ditiru. Maka, supaya TeknoUp tidak disalip pemain lain, ia merasa harus berlari cepat dan agresif. Untuk itu, dibutuhkan modal besar. “Makanya kami mau bermitra dengan East Ventures. Untuk berbagi cost,” ujar entrepreneur yang kini mempekerjakan sekitar 30 karyawan ini.



sumber: http://zepbees.wordpress.com/2011/05/11/teknoup-mendulang-duit-dari-mengupas-gadget/

Sabtu, 17 September 2011

5 trik biar nilai akhir di SIAK oke

  1. Pilih dosen yang oke, jgn yang tugas sangat banyak, tapi nilai yang dikasih berbanding terbalik ama tugasnya -_-
  2. Pas dikasih tugas, entah itu makalah ato paper, segera selesaikan dan dikumpulin, biar itu dosen inget "wah si itu rajin ya"
  3. Kerjain tugas sepenuh hati, dan semaksimal mungkin (sampe2 dibilang kebangetan ama temen seangkatan jg gpp =p)
  4. Anggep makalah (apalagi makalah akhir) itu skripsi.. Kerjain semirip mungkin sama skripsi =D
  5. PEKA, pas lw ngerasa ada nilai yang kurang meyakinkan, datengin dosennya, minta perbaikan =D (kaya si @zulfianprasetyo (lagi) pas mata kuliah Sejarah Perkembangan Ekonomi Modern Indonesia)

5 alesan mendingan jadian ama temen fakultas sebelah

  1. Bisa bikin familiar ama fakultas sebelah, dan ga bosen cm keliling2 fakultas sendiri doang
  2. Enak kalo mau ngurus mata kuliah pilihan lintas fakultas =p
  3. Ga cepet bosen, soalnya ketemunya jarang2
  4.  Kalo mau ketemu, ga perlu jalan jauh2, apalagi sampe mesti naik deborah dan D.02 segala #eh #duluuu
  5. Gampang kalo mau selingkuh =p *gubrak

4 alesan jangan jadian ama temen sefakultas (apalagi yg fakultasnya kecil):

4 alesan jangan jadian ama temen sefakultas (apalagi yg fakultasnya kecil)





  1. Bikin ga ada waktu ngumpul ama temen, soalnya nongkrong+makan pasti minta ditemenin
  2. Cepet bosen, tiap hari pasti ketemu, entah sengaja ato ga sengaja (alibi, bosen mah bosen aja ya =p)
  3. Kalo putus, bisa bikin galau terus, soalnya ngeliat dia tiap hari, kaya si @zulfianprasetyo tuuh =p
  4. Susah kalo mau selingkuh, soalnya pasti banyak mata-matanya kan, dan resiko ketauan sangat besar xD

Minggu, 24 Oktober 2010

Peristiwa tertangkapnya Allen Pope

Bung Karno geram. Ike mencoba merayunya, “Tolong bebaskan pilotku”. Tapi Bung Karno tetap saja geram. Mungkin juga karena yang merayu Soekarno adalah Ike, seorang pria tua. Ike itu adalah nama panggilan D. Dwight Eisenhower, presiden AS di masa itu. Kali ini Amerika memang kena batunya.

Negara digdaya itu dibikin malu Indonesia ketika pilotnya, Allen Pope ditembak jatuh di pulau Morotai. Lebih malu lagi, karena dengan tertangkapnya pilot itu, kedok AS dan CIA akhirnya terbuka. Kedok yang membuktikan AS melalui CIA sudah main api dengan petualangannya di balik pemberontakan separatisme di Indonesia. Termasuk juga infiltrasi AS yang mempersenjatai para pemberontak itu. Ini yang bikin Bung Karno geram, dan mulai memainkan kartu trufnya.

Bung Karno yang tadinya dikerjai Amerika, sekarang balas mengerjai Amerika. Bung Karno sadar, tertangkapnya Allen Pope mendongkrak posisi tawar Indonesia di hadapan Amerika. Cerita selanjutnya adalah bagaimana Ike dan John F. Kennedy jadi repot dibuatnya.
Inilah moment bersejarah ketika Indonesia yang miskin untuk pertama kalinya punya posisi tawar tinggi di hadapan “juragan kaya”, Amerika.

Bung Karno tidak cuma menuntut Amerika mesti minta maaf. Tapi masih ada sederet permintaan lain yang bikin Amerika “maju kena mundur kena”. Eisenhower minta Indonesia melepaskan pilot Allen Pope. Tapi Bung Karno tidak mau melepas begitu saja dengan gratis. Pilot itu adalah kartu truf-nya.

Inilah kisah bagaimana Bung Karno dengan amarah “memiting leher Allen Pope” sambil telunjuknya memberi isyarat agar Amerika mau bersimpuh di kaki Bung Karno (tentu saja ini hanya simbolisasi teatrikal).

Gantung Allen Pope! Hukum mati Allen Pope! Begitu gelombang protes di depan kedutaan AS di Jakarta setelah Allen Pope tertangkap. tahun 1958 itu . Rakyat Indonesia memang dibikin naik darah oleh kelakuan Allen Pope. Soalnya si pilot ini sudah menjatuhkan bom di Ambon yang memakan tak sedikit korban jiwa.

Dulu serangan Maukar ke Istana didesas-desuskan akibat Bung Karno menggoda tunangan sang pilot.
Gosip selanjutnya menghantam Bung Karno lagi. Yaitu pembebasan pilot Allen Pope digosipkan karena Bung Karno dirayu oleh istri Pope, yang sengaja didatangkan dari Amerika. Walaahhh….

Kedengaran kayak gosip murahan. Tapi tunggu dulu! Sejarah kadang memang diwarnai gosip murahan, yang bermuara pada hasil yang tidak murahan. Konon itu yang namanya intrik politik tingkat tinggi. Intrik yang menggunakan sisi kelemahan Bung Karno. Kelemahan apalagi kalau bukan soal perempuan? Mentang-mentang Bung Karno mata keranjang…..

Bung Karno memang mata keranjang. Tapi pihak yang anti Bung Karno kadang memanipulasi sisi ini secara berlebihan. Sama halnya CIA yang menggunakan kelemahan don yuan-nya Bung Karno untuk menjatuhkan kredibilitas presiden RI di mata rakyatnya. Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan…..ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.

Akhirnya CIA pakai cara lain. Yaitu infiltrasi ke berbagai pemberontakan di Indonesia. Puncaknya terjadi dalam pertempuran di pulau Morotai, tahun 1958. Ketika itu TNI (pasukan marinir, pasukan gerak cepat AU, dan AD) menggempur Permesta, gerakan pemberontakan di Sulawesi Utara.

Persenjataan Permesta tidak bisa dianggap enteng. Soalnya ada bantuan senjata dari luar. Tadinya tudingan bahwa CIA adalah biang kerok semua ini masih dugaan saja. Ketika kapal pemburu AL dan mustang AU melancarkan serangannya, satu pesawat Permesta terbakar jatuh.

Sebelum jatuh, ada dua parasut yang tampak mengembang keluar dari pesawat itu. Parasut itu tersangkut di pohon kelapa. TNI segera membekuk dua orang. Yang satu namanya Harry Rantung anggota Permesta. Dan yang tak terduga, satunya lagi bule Amerika. Itulah si pilot Allen Pope. Dari dokumen-dokumen yang disita, terkuak Allen Pope terkait dengan operasi CIA. Yaitu menyusup di gerakan pemberontakan di Indonesia untuk menggulingkan Soekarno.
Tak pelak lagi, tuduhan bahwa Amerika dengan CIA adalah dalang pemberontakan separatis, bukan isapan jempol!

Peristiwa tertangkapnya Allen Pope adalah tamparan bagi Amerika. Itu mungkin terwakili dalam kalimat Allan Pope ketika tertangkap. Setelah pesawat B-26 yang dipilotinya jatuh dihajar mustang AU dan kapal pemburu AL, komentar Pope: “Biasanya negara saya yang menang, tapi kali ini kalian yang menang”. Setelah itu dia masih sempat minta rokok

Tapi sebetulnya yang lebih bikin malu Amerika bukan soal kalah yang dikatakan Pope tadi. Tapi tertangkapnya Allan Pope mengungkap permainan kotor AS untuk menggulingkan Soekarno. Amerika terus ngeyel menyangkal. Tapi bukti-bukti yang ada, akhirnya membungkam mulut Amerika.

Taktik kotor itu jadi gunjingan internasional. Tanpa ampun, kedok Amerika dengan CIA-nya berhasil dibuka Indonesia, lengkap dengan bukti-bukti telak. Amerika terpaksa berubah 180 derajat menjadi baik pada Soekarno. Semua operasi CIA untuk mengguncang Bung Karno (untuk sementara) dihentikan.

Amerika berusaha mati-matian minta pilotnya dibebaskan. Segala cara pun mulai dilakukan untuk mengambil hati Bung Karno. Eisenhower mengundang Soekarno ke AS bulan Juni 1960. Lalu Soekarno juga diundang John Kennedy di bulan April 1961. Di balik segala alasan diplomatik tentang kunjungan itu, tak bisa disangkal itu semua buntut dari cara Bung Karno memainkan kartunya terhadap Amerika.

Selama periode itu, Bung Karno main tarik ulur dengan pembebasan Pope. Tarik ulur itu berjalan alot. Karena Bung Karno ogah melepaskan Pope begitu saja. Bung Karno sengaja berlama-lama “memiting leher” Allan Pope sebelum Amerika meng-iya-kan permintaan Indonesia. Amerika mati kutu. Tak ada jalan lain. Negosiasi pun segera dimulai. Negosiasi alot yang memakan waktu 4 tahun, sebelum akhirnya Allen Pope benar-benar bebas.

Dimulai dengan Ike atau Eisenhower yang membujuk, merayu dan mengundang Bung Karno ke Amerika. Namun sesudahnya Bung Karno tetap tidak mau tunduk diatur-atur Ike. Situasi mulai berubah sedikit melunak setelah kursi kepresidenan AS beralih ke John F. Kennedy.

John Kennedy tahu, kepribadian Soekarno sangat kuat dan benci di-dikte. Karena itu dengan persahabatan dia mampu “merangkul” Soekarno. “Kennedy adalah presiden Amerika yang sangat mengerti saya”, kata Bung Karno.
Dengan John, negosiasi mulai mengarah ke titik terang. Berkaitan itu pula, John mengirim adiknya Robert Kennedy ke Jakarta. Robert membawa sejumlah misi, diantaranya: “bebaskan Pope”.

Konon ketika itu juga Amerika mengirim istri Allen Pope yang cantik. Perhitungannya, wanita cantik mampu meluluhkan hati Bung Karno. Ini asal mula beredar issue bahwa Bung Karno dirayu istri Allen Pope. Yang tidak banyak disebutkan orang, yaitu ibu dan saudara perempuan Allen Pope juga datang memohon-mohon dengan tangisan minta belas kasihan Bung Karno.
Buat Bung Karno, pilot itu dibebaskan atau tidak dibebaskan, hasilnya sama saja. Yaitu tidak membuat korban-korban bom si pilot bisa hidup kembali. Jadi kenapa tidak memanfaatkan saja ketakutan Amerika yang ciut kalau pilot itu buka mulut?

Bung Karno memainkan kartu trufnya atas dasar apa yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada waktu itu. Indonesia betul-betul sengsara dan kelaparan, jadi butuh uang dan nasi. Indonesia sedang bertempur melawan Belanda untuk merebut Irian Barat. Jadi butuh senjata, sejumlah perangkat perang dan armada tempur

Permintaan Bung Karno itu tentu saja tidak disampaikan dengan cara mengemis. Tapi dengan cara yang menyeret Amerika untuk membuat interpretasi diplomatik. Mau tidak mau, isyarat diplomatik Soekarno bikin Amerika harus bisa membaca yang tersirat di balik yang tersurat.
Dibanding Ike alias Eisenhower, John Kennedy lebih peka membaca isyarat itu. Itulah yang dimaksud Bung Karno bahwa John Kennedy mengerti dirinya. Kennedy tidak cuma sekedar mengundang Bung Karno ke Amerika untuk plesiran. Tapi juga ada tindak lanjut nyata di balik undangan diplomatik itu

John paham Indonesia butuh perangkat perang untuk merebut Irian Barat. Di antaranya armada tempur. Karena itu diajaknya Bung Karno mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno dbantu dalam pembelian 10 pesawat hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker

Negosiasi pembebasan Allen Pope antara Ike dan Bung Karno tadinya alot. Tapi jadi licin jalannya dengan John. Dia tidak pelit membalas “kebaikan” Bung Karno yang memenuhi permintaan AS untuk membebaskan Allen Pope

Hasilnya? Hercules dari Amerika, menjadi cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI (armada yang kelak ikut bertempur merebut Irian Barat). Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo. Lalu menyuntik dana ke Indonesia. Juga beras 37.000 ton dan ratusan persenjataan perangkat perang. Kebutuhan itu semua memang sesuai dengan kondisi Indonesia saat itu

Ternyata begini ini yang namanya negosiasi tingkat tinggi. Akhirnya Allen Pope dibebaskan secara diam-diam oleh suatu misi rahasia di suatu subuh, Februari 1962. Negosiasi itu seluruhnya tentu makan biaya yang tidak sedikit. Siapa yang mesti membayar semua itu? Konon rekening Permesta yang harus membayar ganti rugi akibat negosiasi itu. Sempat terdengar selentingan bahwa jalan by pass Cawang-Tanjung Priok dan Hotel Indonesia lama di Bundaran HI Thamrin, adalah wujud dari ganti rugi itu. Benarkah demikian? Wallahualam.
Sayang hubungan mesra Bung Karno dengan Amerika berakhir setelah Kennedy terbunuh tahun 1963. Terbunuhnya Kennedy membuat CIA kembali leluasa mewujudkan mimpi lama yang sempat terhenti. Yaitu terus mengguncang kursi Bung Karno, hingga Putra Sang Fajar itu akhirnya benar-benar terbenam. Kita semua tahu bagaimana akhir episode itu.

Sabtu, 09 Oktober 2010

Mengenal apa itu RAM (Memory) : DDR, DDR2 dan DDR3 SDRAM







Seperti namanya, RAM atau Memory merupakan perangkat untuk tempat menyimpan data yang diakses oleh Processor (CPU – Central Processing Unit). Data yang ada di RAM bisa diakses secara acak dengan kecepatan yang sama, sehingga di sebut Random (acak). Data yang tersimpan di RAM bersifat sementara, karena hanya akan ada jika ada listrik atau saat komputer menyala dan akan hilang jika komputer mati.
Data yang ada di RAM bisa diakses jauh lebih cepat daripada yang ada di hardisk, untuk DDR2 SDRAM saja bisa lebih cepat 40 sampai 100 kali dibanding akses ke hardisk, dan untuk jenis DDR3 bisa 100 sampai 300 kali lebih cepat dibanding akses ke hardisk ( sebagai gambaran, akses Hardisk SATA dalam dunia nyata sekitar 80-100 MB/s sedangkan USB 2.0 antara 10MB/s sampai 20 MB/s).

DDR, DDR2, dan DDR3

Saat ini kebanyakan komputer sudah menggunakan Memory jenis DDR3 ( sebagian lagi jenis DDR2). Sebelum tahun 2002, mungkin masih cukup banyak komputer yang menggunakan memory jenis Single Data Rate (SDR) SDRAM. Tetapi setelah itu, penggunaannya mulai digantikan oleh Double Data Rate (DDR), mulai dari DDR (DDR1), DDR2 dan sekarang yang banyak beredar adalah DDR3. DDR secara teori mampu melakukan transfer rate 2X lebih cepat daripada SDRAM.




Masing-masing jenis merupakan pengembangan dari sebelumnya dan versi terbaru umumnya mempunyai data rate yang lebih tinggi dan memerlukan daya yang lebih rendah. DDR2 secara teori mempunyai data rate 2x dengan spesifikasi yang sama dibanding DDR (DDR1). DDR3 juga mempunyai keunggulan dibanding DDR2, seperti bandwidth yang lebih tinggi, latensi yang lebih unggul, performa yang lebih tinggi pada power/daya yg lebih kecil, dan lebih bagus untuk perangkat low-power seperti laptop.
Masing-masing jenis RAM tersebut tidak saling kompatibel dan didesign dengan slot yang berbeda. Informasi lebih detail dan mendalam tentang spesifikasi masing-masing tipe ini bisa melihat informasi di wikipedia, tentang DDR, DDR2 dan DDR3

Upgrade Memory (RAM)

Penambahan Memory biasanya akan meningkatkan performa komputer secara sifnifikan ( tetapi jumlah yang terlalu besar biasanya tidak banyak berpengaruh, misalnya jika RAM sudah diatas 4 GB, biasanya peningkatan tidak akan terlihat). Sebagai contoh Windows 7 biasanya memerlukan paling tidak 2 GB memory, sehingga bagi yang kurang harus di upgrade agar mendapatkan performa yang bagus.
Untuk menambah (upgrade) RAM relatif mudah, kita tinggal mengetahui jenis RAM yang digunakan dan memeriksan apakah masih ada slot kosong untuk memasang RAM. Yang perlu diperhatikan adalah kesamaan jenis RAM, karena DDR1 tidak akan cocok dengan DDR2, dan DDR2 tidak cocok dengan DDR3. Diperlukan jenis yang sama ketika akan mengupgrade RAM.

Selain itu, satu jenis RAM biasanya mempunyai tipe yang bermacam-macam, misalnya DDR3-6400, DDR3-8500, DDR3-10600 dan lainnya ( semakin tinggi, transfer ratenya juga semakin besar). Meskipun untuk tipe yang berbeda masih kompatibel, tetapi RAM akan berjalan dengan tipe yang lebih rendah. Misalnya DDR3-10600 2 GB di gabung dengan DDR3-8500 2GB, jumlah RAM akan bertambah menjadi 4 GB, tetapi kinerja akan menyesuaikan yang terendah ( DDR3-8500 ).
Untuk mengetahui jenis RAM yang didukung, bisa melihat buku manual/petunjuk moherboard, melihat jenis slot RAM atau menggunakan software seperti Speccy. Untuk Memory notebook/laptop, sedikit berbeda ukurannya dengan RAM PC/komputer, biasanya hanya setengah RAM PC. Ketika membeli di toko komputer bisa menyebutkan dengan SO-DIMM ( small outline dual in-line memory module ). DIMM merupakan jenis slot untuk Memory.
Jumlah maksimal RAM tergantung pada Motherboard dan juga Sistem Operasi yang digunakan. Untuk sistem operasi 32-bit biasanya tidak mendukung RAM diatas 4GB, sedangkan untuk sistem 64-bit, secara teori dapat mendukung sampai 192 GB RAM (Windows 7 ultimate). Selain itu kadang jumlah maksimal juga dibatasi oleh Motherboard, misalnya hanya mendukung maksimal 16 GB RAM.